Nubuat 100 Tahun Lalu: Perang Gog dan Magog Dimulai Tahun 2017






Sekitar 100 tahun yang lalu, seorang rabbi Polandia yang terkenal bernama Rabbi Israel Meir Kagan menyampaikan nubuat

 

tentang terjadinya Perang Gog dan Magog, yang berujung kepada penyataan Mashiach (Messias), akan dimulai pada tahun 


2017.
chofetz_chaim
Rabbi Israel Meir Kagan (Chafetz Chaim)

Rabbi Kagan, yang dikenal dengan julukan Chafetz Chaim, seperti judul bukunya yang paling terkenal, meninggal pada tahun 1933. Sebelum kematiannya, ia mengungkapkan bahwa Perang Gog dan Magog akan terjadi dalam tiga tahap. Tahap pertama adalah Perang Dunia I, yang dimulai pada tahun 1914.


Chafetz Chaim menubuatkan bahwa tahap kedua Perang Gog dan Magog akan terjadi 25 tahun sesudah Perang Dunia I, dan bahwa itu akan jauh lebih brutal daripada tahap pertama. Sesuai prediksinya, Perang Dunia II dimulai pada tahun 1939, tepat 25 tahun kemudian.


Ada bagian akhir dari prediksi Chafetz Chaim ini. Dia mengatakan bahwa bagian ketiga dari Perang Gog dan Magog akan terjadi 72 tahun sesudah tahap kedua, meskipun tidak dijelaskan apakah maksudnya 72 tahun sesudah permulaan atau 72 tahun sesudah berakhirnya Perang Dunia II.


Karena Perang Dunia II dimulai pada tahun 1939, 72 tahun kemudian jatuh pada tahun 2012. Nampaknya jelas, Perang Terakhir Gog dan Magog tidak terjadi pada tahun 2012. Namun, Perang Dunia II berakhir pada tahun 1945. Tahun itu jika ditambah 72 tahun, akan membawa kita ke tahun 2017.


Dalam buku terbarunya, “Moshiach is Coming, Are you Ready?”Rabbi Alon Anava mengutip tulisan beberapa murid-murid Chafetz Chaim yang mendengar ketika dia mengucapkan prediksi ini.
“Dan perang ini [Perang Dunia II] akan berakhir dengan jumlah korban yang tidak dapat dipercayai,” kata Chafetz Chaim bernubuat.


Memang benar, lebih dari 60 juta orang, tentara dan warga sipil, tewas selama Perang Dunia II, termasuk enam juta orang Yahudi yang dimusnahkan selama Holocaust. Lebih banyak jumlah orang yang mati selama Perang Dunia II dibandingkan konflik militer mana pun sebelumnya dalam sejarah.


Chafetz Chaim lebih lanjut bernubuat:
“Tapi aku melihat bahwa sesudah itu, orang-orang Yahudi akan menghitung sepuluh tahun Shabbat, yang akan sampai berakhir [2015]. Pada akhir 2015, akan ada tahun Shabbat terakhir. Lalu kita akan mencapai [2016], ketika akan terjadi sejumlah besar konflik yang luar biasa banyaknya di dunia … beruntunglah orang yang selamat melalui ini.”
Pakar Akhir Zaman, Rabbi Pinchas Winston, menjelaskan hubungan antara Perang Terakhir Gog dan Magog dan Mashiach, “Mashiach adalah penyebabnya [dari perang ini]. Dia berdiri bagi Yerusalem dan mereka datang mengejar kita karena itu,” kata Rabbi Winston.


Dengan kata lain, bagaimana Mashiach mempertahankan Yerusalem terhadap ancaman-ancaman dari bangsa-bangsa lain (goyim) adalah katalis potensial bagi terjadinya tahap ketiga Perang Gog dan Magog, yang menurut prediksi Chafetz Chaim ini, diperkirakan sekitar tahun 2017.


Nubuat Chafetz Chaim tidaklah meleset. Natan (15 tahun), seorang remaja Yahudi yang mengalami kematian klinis selama beberapa menit dan kembali untuk menceritakan pengalamannya, menyebutkan bahwa Perang Gog dan Magog sudah dimulai sejak 27 Elul 5775 (11 September 2015).


natan-rabbi-rami-levy-end-of-days-nde
Natan dan Rabbi Rami Levi

Berikut kutipan kesaksian Natan yang yang menjawab pertanyaan-pertanyaan Rabbi Rami Levi mengenai permulaan Perang


 Gog dan Magog: